Archive

Archive for July, 2011

Stranger 2of 2 / pg-17

July 29, 2011 Leave a comment

Cast :
Lee KiSeop as KiSeop (you can chsnge it become your bias)
Bang Chul Young as Mir
_ _ _ as YOU
The other cast

 

Tangannya menyentuh pipiku dan aku tetap saja aku tidak menggubrisnya. “Chagi~ mengapa kau diam saja?” Ucapnya setelah mencium ku. “Aku tidak mau sekarang. Nanti setelah kita menikah,aku akan memberikan semuanya padamu” ucapku tersenyum padanya dan mencubit pipinya. Dan ku lihat KiSeop sedikit kecewa, “yeobo~ kau harus mengerti. Jika tidak,aku sebagai anak kesayangan keluargaku akan di cap jelek jika kita melakukannya sebelum kita menikah” ucapku yang langsung memeluknya untuk menghiburnya. “Baiklah chagi~” ucapnya mencium pundak kepalaku.

——–

Hari ini aku akan kembali ke rumahku yang tidak jauh dari Tokyo. Dan seperti janji KiSeop kepadaku,bahwa ia akan mengantarkanku. :D

@ my home

“konichiwa~” salamku saat masuk ke rumahku. “Uuuooooo~ ma… Kakak sudah pulang..” Ucap adik laki-lakiku yang langsung memelukku begitu sampai. “Kak~ miss you…” Ucapnya. “Miss you too” ucapku memeluknya erat “dimana mama dan papa?” Lanjutku. “_ _ _ a~” ucap mama ku yang langsung memelukku. Dan ku lihat KiSeop tertawa karena ku mendapatkan banyak pelukan dari orang orang. “Ooo~ KiSeop a~ terima kasih sudah mengantarkan anak tante” ucap mama melepaskan pelukannya. “Tidak apa apa ma~” ucapnya. “Nani? Sejak kapan kau memanggil mama ku dengan sebutan mama juga?” Ucapku kaget. “Sejak kau pergi ke korea”. “Sudah lah _ _ _ a~ tidak apa apa. Toh memang dia akan menjadi suamimu,jadi perlu di biasakan” ucap mama yang langsung merangkul kami menuju ruang tamu.
“Papa~” ucapku memeluk papaku begitu ku melihatnya di ruang tamu sedang menonton tv. “Wah~ cepat sekali kau pulang?” Ucap papa ku saat ia membalas pelukanku. “Kenapa papa bilang begitu? Memang papa tidak kangen dengan anakmu yang cantik ini?” Ucapku cemberut. “Untuk apa papa merindukanmu? Papa lebih sayang padaku~” ucap KiSeop yang merangkul papa ku “benar sekali menantuku” ucap papa ku yang tertawa dan membalas rangkulan KiSeop. “PAPA!!” Teriakku. “Uuuuu~ jangan marah chagi~ hanya bercanda..” Ucap KiSeop mencubit pipiku dan mengacak acak rambutku.

30 minutes later

“Pa~ aku ingin bicara” ucap KiSeop yang langsung menegangkan seluruh ruangan dengan perkataanya yang tiba tiba itu. “Ada apa?” Ucap papa. “Hmmm… Aku ingin menikahi _ _ _ bulan depan” ucapnya yang membuat semua orang memandang ke arahnya termasuk aku. “Uhuk uhukk… Kau serius anakku?” Ucap papa tersedak. “Ne~” ucap KiSeop mantap. Mataku terbelalak begitu mendengar perkataanya. “Hmmm.. Baiklah~ papa akan menyetujuinya. Tetapi kau harus menjaga putri papa yang manja dan manis ini ya… ” Ucap papa. “Baik…” Jawab KiSeop tersenyum pada papa dan diriku.

———

Aku masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan KiSeop tadi siang. Dadaku masih menggemuruh mendengar bahwa ia melamarku di saat semua keluargaku berkumpul dalam 1 tempat.

-pabbo cheorom.. Nan geunan neunji… Pabbo cheorom…-

#From : KiSeop
Chagiya~
:* :*

#To : KiSeop
Apa yeobo a~?

#From : KiSeop
Anio~
Hanya rindu pada mu saja… :)

#To : KiSeop
Kau rindu?
Datanglah ke rumahku sekarang juga *kalau kau berani*

#From : KiSeop
Besok saja aku ke rumahmu. Sekalian kita membicarakan pernikahan kita.

#To : KiSeop
Baiklah~
Yeobo a~
aku tidur dulu ya..
Bye… Have a nice dream.

#From : KiSeop
Ne~
Bye…
‘Cup’ *kecupan ringan*

Tersenyum ku melihat pesan KiSeop dan ku kecup saja ponselku untuk menerima kecupan ringan darinya. Ehehe :p

——–

Tinggal mengitung hari lagi aku dan KiSeop akan menjadi sepasang suami istri. Semua persiapan pernikahan kami sudah hampir 100%.

-Only you… Naega ani ge bogie suisso. Nareul jigeum na chuga eobsoo~ that’s only you my baby,that’s only you..-

Ku lihat ada pesan dari emailku.

»From : bangMir_chul@hanmail.com

Annyeong _ _ _ a~
Bagaimana kabarmu? Kapan kau akan kembali ke korea?

Ddddeeeeegggggg….
Ku terdiam melihat pesan dari Mir. ‘Mengapa ia harus muncul ketika aku sedang dalam keadaan yang bahagia seperti ini?’ Ucapku dalam hati.

» To : bangMir_chul@hanmail.com

Annyeong~ :)

Aku baik baik saja. :)
kau?

Hmmm…. Sepertinya aku tidak akan kembali ke korea untuk beberapa bulan ini. Karena aku akan menikah.

Mir POV

» From : yukineko93@yahoo.com

Annyeong~ :)

Aku baik baik saja. :)
kau?

Hmmm…. Sepertinya aku tidak akan kembali ke korea untuk beberapa bulan ini. Karena aku akan menikah.

Ddddddeeeeeeegggggggg…

Terdiam ku melihat kata kata terakhir yang dituliskan oleh _ _ _. ‘Karena aku akan menikah’. Apakah ini serius?

» To : yukineko93@yahoo.com

Oh ya?
Selamat ya…

Kapan dilaksanakannya?

» From : yukineko93@yahoo.com

Tanggal 10 oktober besok :)

Hati ku sakit mendengar dari _ _ _ sendiri bahwa dia akan menikah dengan seseorang.

» To : yukineko93@yahoo.com

Di mana tempatnya?

» From : yukineko93@yahoo.com

Di hotel YYY tokyo.
Kalau kau sempat kau datang ya… :)

Aku hanya bisa tersenyum hambar pada layar ponselku.

———-

‘Deg deg deg deg deg’
Jantungku berdegup kencang. Hari yang telah KiSeop dan aku nantikan selama ini,telah tiba. Dimana kami berdua akan menjadi pasangan suami istri.

———-

“Uwoooohhhh~ _ _ _ a~ cepat sekali kau menikah dengan KiSeop. Padahal kalian baru 2 tahun berhubungan” ucap JiYeon memelukku di atas pelaminan untuk memberikan selamat untuk kami. “Bagi kami 2 tahun sudah cukup” ucap KiSeop mengecup pundak kepalaku. “Aigoo~ kau itu membuat ku iri saja. SeungHo saja tidak pernah bersikap seperti itu padaku..” Ucap JiYeon. Aku hanya tersenyum mendengar pengakuan dari sahabatku itu.
Berjam-jam aku dan KiSeop berada di pelaminan menyambut kata ‘selamat’ dari sanak keluarga hingga teman-teman ku dan KiSeop. Ya… Memang.. Aku sedikit lelah akan hal ini. -.-
“_ _ _ a~ chukae..” Ucap seseorang. “Mir?” Ucapku kaget ketika melihatnya yang langsung mengecup pipiku. “Balas pesan ku dan kita bertemu dibelakang” ucapnya berbisik padaku. Ku melihat ke arahnya. “Chukae~” ucap Mir yang pergi begitu saja setelah mengucapkan itu padaku. “Nugunya?” Tanya KiSeop. “Tetanggaku saat di korea”. “Oh.. Pantas saja kau suka dengannya. Ternyata dia tampan” lanjut KiSeop. Ku cubit pipinya “anio~ kau tetap yang tertampan” jawabku mengecup pipi kemudian bibirnya ringan. KiSeop tersenyum dan memelukku.

———

-pabbo cheorom… Na geunan neun ji… Pabbo cheorom…-

#From : Mir

Kau dimana?
Aku menunggumu di taman belakang hotel ini.

Melihat pesan dari Mir,langsung saja ku menuju kesana. “Chagi~ eoddiga?” Tanya KiSeop keluar dari kamar mandi. “Aku mau ke taman sebentar.. Mencari udara segar..” Jawabku. “Ooo~ arraso.. Nanti aku menyusul” ucapnya menuju kamar mandi.

——-

“_ _ _ a~ ” panggil Mir dari arah taman. Ku bergegas menemuinya supaya KiSeop tidak curiga padaku.
“Chukae~” ucapnya begitu ku berada di dekatnya. “Gomawo..” Jawabku. “Mmmm…”. “Wae?” Tanyaku. Mir tidak menjawab.

Your POV

“Chukae~” ucapnya begitu ku berada di dekatnya. “Gomawo..” Jawabku. Kata terima kasihku terasa ngilu di lidah.
“Mmmm..” Ucap Mir. “Wae?” Tanyaku. Tapi Mir tidak menjawab.
“Saranghae~” ucap Mir dan langsung memelukku. Entah apa yang harus aku rasakan saat ini. Senang ataukah sedih?! Mir memelukku semakin erat. Begitu pula denganku. Semakin ku peluk erat tubuhnya,semakin sakit hatiku. Ngilu.. Seperti tertusuk duri.

Mir POV

*lebih seru kalo sambil dengerin brown eyed soul – nothing better*

“Saranghae~” ucapku dan memeluknya erat. Dan _ _ _ tidak mengelaknya,ia malah memelukku semakin erat. Ku benamkan kepalaku di lehernya mencium aroma rambutnya yang terurai sangat indah dibawah sinar bulan. Ku angkat kepalaku dan ku mengangkat kepalanya. Ku lihat mata hitamnya yang sayu namun memikat. Perlahan ku dekatkan wajahku dan ku kecup ringan bibirnya. Rasanya aku tidak mau melepaskan kecupan ini,aku ingin miliki kecupan ini beserta orangnya. _ _ _ membalas ciumanku. Ku balas kembali. Aku semakin menjadi-menjadi membalasnya. Aku tak mau kehilangannya. Aku ingin miliki ia seutuhnya.
Selama kurang lebih 5 menit,kami saling berciuman. Entah apa yang merasukiku hingga aku menciumnya selama itu padahal ia sudah memiliki seorang suami. “_ _ _ a~ bisakah kita kembali bersama?” Tanyaku. _ _ _ tidak menjawab. “Mian. Aku tidak bisa” ucapnya. _ _ _ terdiam. Ku lihat wajahnya,setitik air mata berada di pelupuk matanya. “_ _ _ a~” panggilku. “Hmm..” Jawabnya menghapus air matanya. Setitik air mata masih ada di pelupuk matanya.

——-

Your POV

“_ _ _a~” panggilnya. “Hmm..” Jawabku menghapus air mataku. Mir mengangkat wajahku. Dan air mataku kembali mengalir. Aku tak bisa menyembunyikan perasaanku padanya. Sakit.. Sakit begitu melihatnya yang telah ku khianati. Oh Tuhan~ mengapa ini harus terjadi.

Author POV

Mir memeluk kembali _ _ _ yang air matanya semakin mengalir begitu deras. Isak tangisnya membuyarkan kesunyian malam ini. “_ _ _a~ jebal.. Jangan menangis” ucap Mir menenangkannya. “Andwae~ ilge aniyeyo..” Ucap _ _ _. “Mianhae..” Lanjut _ _ _. “Gwaenchana.. Meski kau telah menjadi milik orang lain,kau tetap menjadi princess ku yang tak kan tergantikan oleh yang lain” ucap Mir melepaskan pelukannya. “Hajiman~” ucap _ _ _. “Anio. Aku sudahlah.. Hubungan kita memang tidak di restui oleh Tuhan. Aku yakin,KiSeop adalah sosok yang sempurna untuk mendampingimu.” Potong Mir sebelum _ _ _ menyelesaikan ucapannya.

-Mini coke.. Coke break.. And 2.P.M.-

“Chagi~ neo eoddiga?” Ucap KiSeop. “Ooo~ aku di dekat kolam renang”. “Arasso~ aku akan kesana..” Ucap KiSeop.

“Nugunya?” Tanya Mir. “KiSeop..” Ucapku singkat. “Ok.. Selamat atas pernikahan kalian..” Ucap Mir tersenyum. “Gomawo..” Jawabku tersenyum. Mir kembali memelukku dan mengecup pundak kepalaku untuk yang terakhir kalinya. “Bye~” salamnya dan melepaskan pelukannya dan melepaskan genggaman tangannya.

Mir POV

“Bye~” salamku melepaskan pelukanku dan melepaskan genggaman tanganku. Ku pergi dengan dada dibusungkan,seperti memenangkan peperangan. Dan ku lihat _ _ _ untuk terakhir kalinya dan ia pun tersenyum begitu manis hanya untukku. Dan hanya UNTUKKU.

_ _ _ a~
SARANGHAE~

•FIN•

Categories: Uncategorized

Stranger 1 of 2 / pg-17

July 29, 2011 Leave a comment

This is my 1st public fanfiction. Ini FF udah pernah di publish di salah satu forum ff. ^^

selamat membaca~

*in this fanfiction. i am the author. ^ ^

Cast :
• Mir MBLAQ as Mir (you can change it become your bias)
• Lee KiSeop as KiSeop
• _ _ _ as you
• The other cast

Perpindahan ku ke korea semata-mata bukan karena aku ingin jalan-jalan,tetapi ingin meneruskan studyku disini. Hanya bermodal keberanian,aku pergi ke korea. Dan disini aku hanya memiliki seorang teman yang kukenal melalui social network terkemuka. Ia bernama Park Ji Yeon. Aku dan dia baru saja bertemu saat liburan musim panas yang lalu. Ia berkunjung ke Jepang untuk bertemu denganku sekaligus liburan.
Dan sekarang,aku sudah sampai di korea. Aku langsung menghubungi JiYeon.

“Yeobseyo?” Salamku.

“Ne~ nuguseyo?”.

“A~ JiYeon a~ ini aku _ _ _. Tidak ingatkah kau?” Tanyaku.

“O~ _ _ _ bagaimana kabarmu?”.

“Aku baik-baik saja”.

“Baguslah kalau begitu. Kau ada apa meneleponku?” Tanyanya.

“Hmmm… Begini,aku sekarang ada di negara mu. Dan aku tidak memiliki tempat tinggal disini. -.- bisakah kau meminjamkanku sebuah apartemen atau tempat tinggal lainnya yang layak untuk ditinggali?” Jelasku panjang lebar.

“Hmmm… Aku rasa ada. Kau mau?” Tanyanya.

“Dengan senang hatiku menerimanya. :) “.

“Baiklah. Nanti temui aku di Coffee Prince Cafe dekat bandara. Kau hanya perlu bilang cafe coffee prince,supir taxi pasti sudah tau” jelasnya.

“Baiklah. Sampai ketemu disana ya.. :D ” ucapku mengakhiri telepon. Dan dengan intruksi dari JiYeon,aku langsung memberhentikan taxi yang lalu lalang dijalan.

“Tolong antarkan aku ke Coffee Prince Cafe” ucapku pada sang supir taxi.

————-

“_ _ _ a~ ” panggil seseorang dari arah cafe.

“O~ JiYeon a~” langsung ku peluk dirinya karena ku sangat merindukannya.

JiYeon melepaskan pelukanku dan langsung berkata “_ _ _ a~ maaf aku tidak bisa terlalu lama. Karena aku hanya punya waktu 30 menit dari istirahat kantor.” Jelasnya.

“Baiklah. Lalu?” Tanyaku. “Ayo kita langsung ke apartemen ku.” Ucapnya.

Dibawanya diriku ke tengah kota yang penuh dengan pohon pohon dengan daun yang berwarna warni dan taman bermain yang selalu menjadi tempat tongkronganku saat di Jepang. Karena rumahku memang dekat dengan taman bermain. Ku lihat apartemen dengan kualitas yang sangat bagus dan dengan penjagaan security yang lumayan ketat.
JiYeon keluar dari mobilnya dan aku pun juga.

“Ini dia apartemennya. Ini kuncinya dan nomornya 1807 lantai 3. Jangan sampai salah.” Ucapnya.

“Oke. Tenang saja :) ” ucapku.

“Sebelumnya aku meminta maaf padamu,karena ku tidak dapat membantumu untuk membereskan apartemennya. Aku harus buru-buru. Maaf ya _ _ _” ucapnya.

“Baiklah. Tidak apa-apa. Aku bisa sendiri. :) jika kau terburu-buru,cepatlah kembali ke kantor.” Ucapku.

“Baiklah. Anyyeong” salamnya. Dan ku lambaikan tangan ku padanya.

-tinggg-

Lift menuju lantai 3 telah sampai. Dan ku langkah kakiku mencari kamar dengan nomor 1807.

“Hufffttt.. Hwaiting!! Kau pasti menemukannya.” Ucapku.

Ya.. Memang sih ada petugas yang bertugas di receptionist,tapi aku tidak mau mengharapkan bantuan dari petugas itu.

“Nah!! Itu dia.” Ucapku yang sudah tinggal 1 meter lagi dari tempatku. Selagi ku jalan,ku lihat di hadapanku ada seorang pria yang lumayan tinggi dan putih. Ia membawa koper sepertiku. Dan ku berfikir mungkin dia akan menjadi tetangga sebelahku. Tapi,entahlah. Dan ku terus berjalan dan berjalan. Dan akhirnya aku sampai didepan pintu kamar 1807. Ku masukkan kunci kamarku dan ttaaaarrrraaaammmmm….. Pria tersebut juga berusaha memasukkan kunci ke tempat yang sama. Yaitu kamar 1807.

“YA!!! Kenapa kau bisa memiliki kunci yang sama dengan ku?” Tanyaku.

Namun pria itu tidak menggubris perkataanku. Langsung saja ku putar kuncinya dan aku masuk dulan. Matanya membelalak ketika aku telah masuk duluan.

“Apa yang kau lakukan? Ini tempatku! Kau tidak lihat?” Ucap pria tersebut dengan menunjukkan kunci kamarnya.

“Aku juga punya! Aku yang lebih berhak tinggal disini dari pada dirimu.” Ucapku. Kemudian pria itu diam. Langsung saja ku tutup pintunya. Namun pria tersebut menghadangnya

“okeh. Aku tidak ingin bertengkar denganmu. Bagaimana jika kita tidur 1 apartemen?….”

“MWO??? YA!!! KAU SUDAH GILA?!” Teriakku.

“Aku belum selesai bicara!!” Ucapnya.

“Maksud kita tidur 1 aprtemen tidak berarti kita tidur 1 kamar dan 1 ranjang. Kita tidur secara terpisah dan kita tidak perlu mencampuri urusan masing. Bagaimana?” Jelasnya.

“MWO? Tidak. Aku tidak akan mau!” Jawabku.

“Ayolah… Hanya tempat ini yang bisa ku jadikan tempat tinggalku. Aku juga baru disini.” Ucapnya. Ku termenung sebentar dan memikirkan kata-katanya. ‘Aku baru disini’ ternyata dia sama seperti ku. Dan.. “Baiklah.” Ucapku. “Tapi berjanjilah untuk yang tidak mencampuri urusan masing2″ lanjutku.
“I swear!” Jawabnya. Dan kami pun masuk bersama. Dan untunglah apartemen ini memiliki 2 kamar yang berbeda tempat. Setidaknya kami akan jarang sekali menyapa jika kami beda kamar.

———-

Sudah lebih dari 3 hari aku dan pria itu dalam 1 apartemen. Dan bersyukurlah diriku karena dia menepati janjinya soal tidak mencampuri urusan masing-masing. Dan aku sedikit risih dengan dirinya,karena dia selalu membawa wanita bersamanya setiap weekend tiba. Dan entah mengapa aku selalu berfikiran negatif begitu ada wanita tersebut di apartemen kami.

-pabbo cheorom.. Na geunan neunji..-
Ku lihat hanphoneku berdering. ‘Oh… Kisseop’ ungkapku dalam hati.

#From : KiSeop
Chagi… Bagaimana kabarmu? Aku rindu sekali padamu…

Ku tersenyum melihat pesan yang baru sajaku baca.

#To : KiSeop
Ne~ aku juga rindu padamu. >,<
Keadaanku baik-baik saja. Kau yeobo?

#From : KiSeop
Aku juga baik. :)
Bagaimana suasana di korea? Apakah ada yang berubah? Aku juga rindu pada negaraku yang sudah ku tinggali lebih dari 4 tahun.

#To : KiSeop
Bagus. Tidak jauh beda dengan jepang. Aku tidak tahu ada perubahan atau tidak pada negaramu. Aku kan baru sampai beberapa hari yang lalu disini. -.-

#From : KiSeop
Hehehe… Maaf. Aku lupa. :p
Kau sudah memiliki tetangga? Bagaimana? Baik orangnya? Atau kau jangan jangan suka padanya? Hahahaha

#To : KiSeop
Sudah.
Ya… Luamayanlah. Dia lumayan tampan. Dan sepertinya aku memang sedikit menyukainya. :)

#From : KiSeop
Apa?
Jangan begitulah chagi…
Aku masih ingin bersamamu…

#To : KiSeop
Benarkah? Bagaimana dengan teman wanitamu yang bernama Tiffany itu? Kau masih berhubungan dengannya kan?

#From : KiSeop
Oke.
Kalau boleh jujur iya. Tapi aku hanya temannya. Dan aku menganggap dia cuma sebagai sahabat. Tidak lebih dari itu.

Aku terkekeh melihat pesan yang baru saja KiSeop kirim padaku. Aku mencoba membuatnya cemburu dengan mengaku bahwa aku menyukai tetangga baruku itu.

#To : KiSeop
Kau yakin?
Aku bisa saja tinggal disini selamanya dan hidup bahagia dengan tetangga baruku ini.

Aku makin menggila mengerjainya.

-open up.. Mini coke.. Coke break and 2.P.M…-

“Yeobseyo” salamku.

“Chagi a~ kau tidak benar-benar menyukai tetanggamu itukan? ” Tanya KiSeop.

“Hahaha. Untuk apa kau meneleponku seperti ini? Kau takut itu terjadi?”.

“Ne…” Jawabnya singkat.

“Tidak sayangku…” Ucapku.

“Syukurlah… Jangan membuatku ketakutan karena hal itu”.

“Tidak. Tidak akan”.

“Baiklah hanya itu yang ingin aku tanyakan… Aku akan kembali ke kantor. Bye~ saranghae…” Ucapnya.

“Ne… Na do saranghae..” Ucapku sebagai penutup dari telepon kami.

Langsung saja ku persiapkan makan malam. Ku lihat isi kulkas dan ternyata? Semua habis. Cuma ada buah pear dan beberapa sayuran. Langsung saja aku pergi ke super market untuk berbelanja.

———–

30 minutes later.

Ku buka saja pintu apartemen. “Loh? Kok tidak terkunci? Bukannya sudah ku kunci?” Dan saat ku buka… “BRUUUUUUGGGGGG” suara pintu yang sepertinya menabrak sesuatu. Setelah ku lihat…

“OMO…. Gwaenchana?” Tanyaku panik.

“Ireona…” Ucapku sambil menepuk-nepuk pipinya.

“Ya… Ireona..” Ucapku yang terus menepuk pipinya.

“omona… Eottoke? Kenapa dia tidak bangun-bangun?” Tanyaku pada diri sendiri. Ku bopong saja dirinya menuju kamarnya.
‘Oh ya tuhan… Kamarnya ketara sekali aroma maskulin dari pria ini’ ucapku dalam hati. Ku jatuhkan dirinya di atas kasur. Lalu ku ambilkan kotak p3k dan ku buka minyak kayu putih supaya ia bisa menciumnya. Lalu ku tinggalkan dirinya untuk mebuatkannya semangkuk sup.

15 minutes later

Ku bawa sup yang telah kubuat tadi ke dalam kamarnya. Dan ternyata dia belum sadar juga. Ku sodorkan kembali minyak kayu putih yang ada di meja. Dan tak lama kemudian,pria tersebut sadar.

“Hmmmm…” Ucapnya.

“Kau sudah sadar?” Tanyaku.

“Ne..” Jawabnya parau.

“Syukurlah… Kau tidak apa-apa?”.

“Sepertinya begitu…” Jawabnya.

“Ini.. Aku baru saja membuatsup untukmu.” Ucapku menyodorkan supnya.

“Gomawo” ucapnya mengambil sup. Entah mengapa aku tersenyum begitu melihatnya memakan sup buatanku.

“Eotte?”. “Hmmmm… Lumayan” jawabnya.

“Mmmm… Oh iya… Namamu siapa? Sudah hampir 4 hari kita tidak saling menyapa”.

“Oh iya… Maaf… Aku _ _ _. Kau?”.

“Aku Bang Chul Young. Atau kau bisa panggil aku Mir”.

“Mir… Hmmm… Oke”. Jawabku tersenyum.

Dan semenjak itulah kami sangat akrab. Bahkan saat aku ingin pergi kuliah,Mir selalu mengantarku. Namun tak hanya itu Mir selalu membantuku membuat tugas kuliah sekaligus membantuku membuat makanan untuk sarapan ataupun makan malam. Dan entah mengapa aku begitu nyaman begitu ada di dekatnya. Seperti aku bersama KiSeop. Padahal aku sedang bersama Mir bukan bersama KiSeop.

“Hey… Kau melamun?” Tanya Mir.

“Anio… Wae?”.

“Tidak. Habisnya kau diam saja dari tadi” ucap Mir.

“Maaf…”.

“Sudahlah… Ayo turun. Kita sudah sampai” ucapnya.

Dan kami sekarang sudah sampai di depan gedung bioskop. Dan entah kenapa dia mengajakku ke bioskop secara tiba-tiba.

“Kita mau nonton apa?” Tanya Mir.

“Hmmm… Terserah kau. Kau maunya apa?” Tanyaku balik.

“Aku sih maunya film action. Memangnya kau mau kita nonton itu?” Tanyanya.

“Hmmmm… Boleh saja. Asalkan jangan horor saja. Aku tidak berani” ucapku.

———–

6 bulan berlalu.
Aku dan Mir seperti oarang yang berhubungan ‘sangat dekat’. Dan begitu nyaman didekatnya.

-pabbo cheorom… Na geunan neunji… Pabbo cheorom…-

#From : KiSeop
Annyeong chagi a~
Bagaimana kabarmu?

Ddddeeeeeeggggggg!!!!

Jantungku berdegup kencang setelah mendapatkan pesan dari KiSeop. Hampir saja ku melupakannya. Atau bahkan memang melupakannya. Aku menelan ludahku sendiri mengingat perkataanku pada KiSeop beberapa bulan yang lalu.

#To : KiSeop
Annyeong… ^,^
Aku baik baik saja. Bagaimana denganmu?

Ku ketik saja pesan untuknya dengan perasaan yang sedikit was-was.

“Kau kenapa?” Tanya Mir yang melihatku heran ketika melihat ponsel yang ku pegang.

“Ada yang salah?” Tanyanya kembali.

“Anio…” Jawabku tersenyum. Mir membalas senyumanku dan langsung membawaku ke teater 1.

30 menit kemudian.

Selesai nonton,Mir tak henti-hentinya menggenggam tanganku erat-erat. Dan sesekali di tersenyum padaku dengan senyuman yang sangat khas dari wajahnya. Aku sangat nyaman berada di dekatnya,namun bayang bayang pesan KiSeop selalu ada dibenakku. Kenapa aku begitu cepat melupakan KiSeop? Padahal aku baru 6 bulan di Korea. Dan aku dengan Mir baru kenal selama 6 bulan. Dan aku merasa seperti sudah mengenal lama dirinya. Seperti halnya aku dengan KiSeop yang sudah berhubungan selama kurang lebih 2 tahun.

———

“Mir~ aku harus kembali ke jepang 2 hari lagi” ucapku padanya saat kami sedang memasak bersama.

“Lusa? Kapan kau akan kembali?” Ucapnya.

“Entah lah..” Jawabku singkat.

Tiba tiba Mir melingkarkan tangannya di pinggangku. Dan sejujurnya aku sedikit… Deg-degan. ‘Cup~’ kecupan manis mendarat di leherku dan membuatku kegelian.

“Mir~ hentikan ini” ucapku melepaskan tangannya dan membalikan tubuhku. ‘Cup~’ bibir Mir menempel di bibirku begitu saja saat ku berbalik. Aku diam membeku. Namun kecupan Mir semakin menjadi-jadi dan membuatku risih. Ku dorong Mir dengan sekuat tenaga. Dan ia pun melepaskannya. Mukaku memerah karena kesal.

“Ma.. Ma.. Maaf..” Ucapnya mendundukkan kepalanya. Aku tak menjawab perkataanya. Langsung saja ku pergi ke kamar tanpa berbicara dan melihat Mir yang ada di dapur.

———-

Hari ini aku akan meninggalkan korea. Dan aku pergi pagi pagi buta supaya aku tidak dapat berpapasan dengan Mir. Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkannya begitu saja tanpa pamit,namun kejadian beberapa hari yang lalu masih membuat hatiku sakit karena ku telah memberikan first kissku pada orang yang bahkan bukan siapa siapa untukku.

———-

@ Haneda Tokyo internasional airport

Ku langkahkan kakiku menuju pintu keluar dan KiSeop sudah menungguku dengan senyumannya.

“Chagiya~” ucap KiSeop memelukku segera setelah ku tersenyum padanya. Ku rindu pelukan KiSeop. Ku eratkan saja tubuhku supaya dapat memelukknya lebih dalam. Dan KiSeop pun tidak mengelaknya.
“Kita teruskan di rumah saja” ucapnya melepaskan pelukanku dan itu membuatku malu. -.-

——

@ KiSeop’s home

“Selamat datang di rumah masa depanmu.. ” Ucapnya menggandeng tanganku erat. Ku jatuhkan saja tubuhku diatas sofa dan beristirahat sebentar.

“Chagi~ kau mau menginap dulu apa mau langsung ku antarkan ke rumah mu?” Tanya KiSeop yang sibuk menyiapkan makanan ringan untukku.

“Besok saja… Aku tidak mau membuatmu sibuk karena diriku..” Ucapku yang mendekat kepadanya. Ku lihat KiSeop membuatkanku pancake strawberry kesukaanku.

“Uwwwoooo~ kau rajin sekali membuat pancake itu. Untukku kan?” Tanyaku.

“Siapa yang ingin membuatkannya untuk mu? Ini untukku” ucapnya. Bibirku mengerucut.

“Wae? Kau mau juga?” Ucap KiSeop. Ku anggukan kepalaku sebagai jawaban iya.

“Hmmm.. Kalau begitu,kau harus” ucap KiSeop yang menunjuk ke arah bibirnya. ‘Cup’.

“Sudah kan? Berarti pancake ini untukku” ucapku yang langsung mengambil pancakenya. KiSeop berdiri membeku.

“Mmm.. Kao tiodaok maou?” Ucapku dengan mulut yang penuh dengan pancake.

“Hmmm… Kenapa kau menciumku tiba-tiba?” Tanyanya.

“Kan kau yang menyuruhku.. ” Memakan kembali pancakeku.

“Tapi kan aku hanya bercanda..”.

“Jadi harus ku balikkan?” KiSeop hanya diam dan dia mulai mendekatkan dirinya ke dekatku.

“Tidak usah..” Ucapnya.

“A.. A.. A..pa yang mau kau lakukan?” Kataku ketakutan. Bibir KiSeop langsung menyentuh bibirku lembut. Dan bibirnya terus menjadi jadi melumat birbirku.

TBC

Categories: Uncategorized

WANTED!!! MISSING MONTE!!

July 23, 2011 Leave a comment

WANTED!!! MISSING MONTE!!

Kejadian ini terjadi 2 hari yang lalu. Tepatnya tanggal 21 Juli 2011 kemaren.

Jadi saya itu mau beli Mouse pas abis maghrib. Dan pas abis maghrib saya sama adek saya,Oneng *bukan nama asli* pergi ke fotocopy buat beli itu mouse. Dan setelah beli,saya lihat Monte masih ada di dalem rumah. Terus saya maen aja tuh The Sims 2. Setelah kira – kira 1 jam-an,saya mencoba buat nyari Monte. Tapi gak ketemu. Nah,udah tuh saya biarinin aja,soalnya saya kira dia lagi maen di belakang sama Belang *nama kucing saya yg satu lagi*

Akhirnya sekitar jam 10-an malam yg saat itu saya lagi nonton sama mama,saya mencoba mencari Monte kembali. Dan saya mencoba tanya sama mama “ma,liat Monte gak?”, mama “gak. emang kemana? tadi pas mama pulang dr pasar,Monte masih ada.coba cari lagi” Setelah mama bilang kayak gitu,saya langsung cari itu kucing sampe kebon belakang. Dan ternyata? JRENG JRENG!!! TIDAK. ADA!!! OMG!! Tau begitu,saya langsung laporan sama mama. Dan akhirnya mama,saya,dan mang san-san *tukang jahit mama saya* mencari Monte kira kira 30 menit-an. Dan hasilnya? NIHIL!!! 😥 😥 Saya udah pasrah aja dah,Monte kemana yg penting dia selamat lebih beruntung kalo dia pulang lagi dan balik secepatnya. Tapi ternyata gak.

Paginya kira kira jam 4 -an,mama nemu Monte ada di depan pintu minta di bukain pintu biar bisa masuk. Dan mama bukain pintunya. Kata mama “dari mana aja lu!! Mama sama mbak Icha udah nyari dari tadi malem kagak nemu. Pulang pulang udah pagi” Saya ngedenger mama ngomong gitu pas jam 7-an *setelah saya bangun* saya cuma bisa ketawa aja. Mama kayak ngomelin anaknya sendiri yang baru pulang jam 4 pagi. kkkk~ xD

Categories: Uncategorized

Hello world~~~

July 21, 2011 Leave a comment

hey~~

Good morning all~~

Pagi ini dibuka dengan suara itu kambingnya Ka Rasyid, yang alhamdulillah ada tepat di samping kamar saya. Dan alhamdulillah juga,telinga saya juga mendengar suara suara yg ada disekitar begitu jernih (?).
Kambing ini warnanya item. Kalo kata papa sih kambing jawa,gak tau asalnya dr mana bisa dinamain kambing jawa item ._____. Dan kambing ini terus saja ber-embek-embek ria. =.= Malahan tadi pas dibawa ke rumah,itu kambing naek becak. ckckck. Sungguh pemandangan yg jarang sekali kita lihat. Kambing naek derajat,yang biasanya cuma ber-embek-embek ria di lapangan atau tanah yang lebar,sekarang ber-embek-embek ria diatas becak. ckckck. Dan kayaknya bentar lagi mau dipotong,soalnya jeritan sang kambing makin gede. Ajal akan segera menjemputnya. *panggil algojo*

Udah lah~ jangan bahas kambing. Mending kita bahas yang punya ntu kambing,alias Ka Rasyid.

Dia itu temen sepupu saya yang ada di Perancis. Tapi sepupu saya itu udah balik lagi ke Indonesia. Tapi kakaknya sepupu saya itu masih ada yang di Perancis. Dan Ka Sola (sepupu saya yg udh balik ke Indonesia) itu temen baiknya Ka Rasyid. Tapi Ka Rasyid sama Ka Sola itu beda banget. Ka Rasyid mah islami banget,kalo Ka Sola mah kurang begitu islami. *Malahan dia (Ka Sola) sempet jadi DJ sebelum dia nikah.*

Dan siang ini,Ka Rasyid datang dengan menggunakan sebuah baju khas arab yang ber-kalong-kalong ria *sama kayak yg dipake ibu – ibu jaman sekarang,yg bajunya tangannya sama lebarnya dengan bajunya*. Ya~~ dia sih gak apa – apa pake baju kalong,soalnya dia emang putih udah gitu tinggi banget. Ada kali tingginya 180-an lebih. Saya aja ngeliatnya harus dangak. Selain tinggi,dia juga wangiiiii~~~~~ banget!!! Saya aja yg sebagai cewe kalah wanginya. Dia yg cowo,wangi battt~~ =.=

Oh iya!! Tau gak? Ka Rasyid ini kerja di Perancis dan berpenghasilan 100jt /bulan. Bisa banyangkan kah anda semua? 100jt dalam 1 bulan bisa membeli apa aja yang kita mau. ckckck. Dapet duit segitu tiap bulan mah,kalo buat saya,saya mau nonton semua konser penyanyi korea,baik yang di negaranya sono ataupun di negara orang. Saya bakalan nonton. *Serius*

Cukup sekian deh. Lagian Ka Rasyidnya udah pulang. Besok dia baru dateng lagi.

Oke..

Wassalam~~

Categories: Uncategorized